Peduli Legal

Bisnis Minimarket adalah bisnis yang legal karena memiliki dasar hukum. Bukan bisnis yang “gelap” , karena toko minimarket justru harus terang benderang.

Bisnis minimarket harus diawali dengan niat yang sahih, dimodali dengan dana yang sah (bukan untuk tujuan money laundering), dibangun diatas lahan yang tidak bermasalah.

Membangun bisnis minimarket hendaknya memperhatikan lingkungan, peduli terhadap berbagai kondisi masyarakat sekitar, mematuhi ketentuan peraturan yang berlaku, dan memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan.

Peduli legal berarti kita peduli akan keamamanan, perlindungan, keselamatan, dan kenyamanan bagi kita dan orang lain. Peduli legal menempatkan kita dalam rasa aman dan nyaman karena kita hidup dalam pranata hukum. Pranata yang memenjarakan dan membebaskan, yang mengatur sekaligus melindungi, membatasi dan memberikan jalan. Pranata yang menentukan bisnis kita legal atau ilegal.

Sebagai Bisnis yang legal, toko minimarket kita harus memenuhi persyaratan perizinan yang berlaku, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Perizinan dari tingkat terendah (RT, RW, dan Kelurahan), hingga tingkat pemerintah kota/kabupaten. Pengurusan perizinan bisa dilakukan sendiri atau dengan bantuan biro jasa dan atau notaris. Dalam hal biaya pengurusan perizinan, Tidak berarti mengurus sendiri akan lebih murah. Selain kita harus mengorbankan waktu karena harus rela antri dan menunggu, kadang kita harus berhadapan dengan calo, broker, makelar, dan ‘orang dalam’ yang menawarkan ‘jasa’ dengan biaya yang tidak sedikit.

Begitu juga dalam pengelolaan toko, kita hendaknya taat azas dan ‘legowo’ dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang kekaryawanan ataupun perpajakan. Jangan takut ‘Kekurangan’ karena merasa ‘terlalu banyak memberi’

Percayalah, justru dengan ‘banyak memberi’ maka kita akan ‘menerima lebih banyak’