PERENCANAAN TINDAKAN (ACTION PLAN)

PERENCANAAN TINDAKAN (ACTION PLAN)

Dalam konteks pemyusunan strategi, ada dua tipe rencana yang harus diperhatikan. Pertama, rencana konsepsionalatau teoritis, sebagai rencana yang ideal dan diharapkan dapat terwujud. Kedua, rencana tindakan atau action-plan, yang lebih mendasarkan kepada faktor-faktor lapangan dengan segala perkiraandistorsi yang mungkin terjadi.

Rencana tindakan sering juga disebut dengan rencana operasional. Perencanaan tindakan adalah kegiatan penyusunan langkah-langkah yang operasional untuk mencapai hasil-hasil yang telah di rumuskan dalam strategi. Berdasarkan pengertian ini, maka kata kunci yang penting dalam membuat rencana tindakan adalah operasional.

Sesuatu rencana mungkin dinilai baik secara konseptual atau di belakang meja, tetapi belum tentu dapat dilakukan dilapangan. Suatu rencanan mungkin menunjukan keberhasilan di suatu tempat ketika di terapkan, namun ternyata belum tentu berhasil ditempat yang berbeda. Inilah yang membuat strategi akan di tentukan pula oleh penyusunan rencana tindakan.

Setidaknya ada tiga langkah yang harus di perhatikan dalam menyusun rencana tindakan atau action plan, yaitu:

  1. Meninjau kembali langkah-langkah dalam rencana strategis yang mungkin diterapkan
  2. Mengidentifikasi dan menginventarisasi faktor-faktor operasional baik internal maupun eksternal di lapangan yang mendukung dan menghambat tingkat keberhasilan rencana konsepnasional
  3. Berdasarkan perhitungan dan pertimbangan atas faktor-faktor operasioanal di lapangan yang telah teridentifikasi dan terinventarisasi, selanjutnya harus di susun sedikitnya 3 variasi rencana tindakan, yaitu:
  • Rencana A, yang mendasarkan pada kemungkinan suksesnya operasional sesuai perhitungan di ‘belakang meja’
  • Rencana B, disebut juga rencana modifikasi atau rencana alternatif, yaitu rencana yang mendasarkan kepada kemungkinan terjadinya hambatan-hambatan terhadap kelancaran rencana di belakang mej’ oleh faktor-faktor operasional di lapangan.
  • Rencana C atau di sebut juga sebagai rencana darurat, yaitu rencana bersifat semi spontan di lapangan yang di lakukan apabila segala sesuatu yang di rencanakan di ’ belakang meja’ menjadi berantakan oleh satu atau lebih faktor operasioanal yang berisiko fatal.