PERUSAHAAN YANG BERDAYA SAING

PERUSAHAAN YANG BERDAYA SAING

Strategi pemasaran yang jitu harus di barengi dengan perencanaan daya saing perusahaan yang handal. Kondisi perencanaan daya saing perusahaan yang handal. Kondisi bangkrut pada sebuah perusahaan sebagian besar disebabkan oleh penarikan kembali dana investasi yang telahditanamkan oleh investor. Kebanyakan investor yang menarik investasinya, selanjutnya akan mengalihkan dana invesasinya tersebut untuk ditanamakan pada perusahaan lain dengan laba minimal di atas rataan.

Setiap perusahaan mengharapkan dapat menghasilkan laba di atas rataan dengan disertai daya saing yang meningkat. Setiap perusahaan harus melakukan formulasi strategi yang tepat untuk meningkatkan daya saing strateginya. Laba di atas rataan yang di harapkan oleh perusahaan akan terwujud bila pendekatan daya saing strategi benar-benar di terapkan.

Daya saing strategi ini perlu di pahami keterkaitannya dengan keunggulan bersaing yang berkesinambungan (sustainedor sustainable competitive advantage), laba di atas rataan (above average profits). Mengenai keterkaitan antara daya saing strategis, sustained or sustainable competitive advantage, above overage profits, dan average profits tersebut, berikut ini adalah rangkuman pendapat para pakar manajemen strategis seperti di uraikan oleh Hitt, Ireland, dan Hosskisom, (1997: 2-3):

  • Daya saing strategis (sategic competitivenes) dapat terwujud apabila sebuah perusahan dengan baik merusmuskan serta menerapkan strategi pencipta nilai.
  • Pada saat perusahaan menerapkan strategi tersebut,dan perusahaan pesaing tidak secara berkesinambungan menerapkannya, serta perusahaan lain tidak mampu meniru keunggulan strategi tersebut, artinya perushaan memilki keunggulan bersaing yang berkesinambungan (sustained or sustainable petitive advantage). Suatu perusahaan dikatakan memilki keunggulan bersaimg yang berkesinambungan baru dapat diyakini bila usaha pesaign yang berkesinambungan baru dapat di yakini bila usaha pesaing yang meniru strategi mereka berakhir karena gagal (J.B. Barney, 1991). Bagaimanapun, keunggulan bersaing yang ada pada suatu perusahaan biasanya hanya untuk dipertahankan untuk sementara saja.
  • Laba di atas rataan merupakan pengembalian di atas laba yang harapkan oleh para investor jika uangnya diinvestasikan dengan resiko yang sama.
  • Laba rataan adalah pengembalian yang sama besarnya dengan yang di harapkan oleh investor dari investasi lain dengan tingkat risiko yang sama

Laba rataan dalam praktek manajemen strategis sering diinterprestasikan sebagai ambang batas  keberlanjutan perusahaan. Setiap perusahan, hendaknya selalu memastikan laba minimalnya adalah sebesar laba rataan. Laba minimal yang gagal mencapai laba rataan sama artinya dengan perusahaan berada pada situasi krisis. Dalam keadaan krisis, maka kondisi perusahaan semakin tidak menentu dan terancamjatuh dalam kebangkrutan.